Rangkuman Mata Kuliah Akhlak Tasawuf Semester 1 - Mencari Pendidikan

Rangkuman Mata Kuliah Akhlak Tasawuf Semester 1

Akhlak Tasawuf


Nulis artikel sekalian belajar. Ya, artikel ini saya buat karena sebentar lagi saya akan UAS. Daripada hanya bermain blog,  mending sekalian belajar. Sengaja judulnya itu, karena memang dalam isi artikel ini adalah rangkuman saya selama semester 1 dengan mata kuliah akhlak tasawuf, yang secara ringkas membahas tentang Pengertian Akhlak, Etika, Moral, Perbedaan dan persamaannya, kapan masuknya tasawuf dan sejenisnya.

Sebenarnya saya tidak begitu berani membagikan artikel yang membahas tentang tasawuf, takut salah memaparkan atau salah menjelaskan. Yang ada nanti malah sesat.

Jika didalam artikel terdapat kesalahan atau kekeliruan mohon kritik dan sarannya. Kritik kalian membantu dalam membangun blog ini. Terima kasih. 
Oiya satu lagi, isi artikel ini didapat dari berbagai sumber dan ada beberapa point  Menurut saya pribadi.

Pengertian Akhlak

Akhlak adalah dorongan jiwa seseorang untuk melakukan perbuatan yang dilakukan secara spontan tanpa adanya paksaan dari luar, dan dilakukan secara terus-menerus.

Pengertian Etika

Etika adalah pola tingkah laku manusia yang dihasilkan  oleh akal. Jadi titik berat etika adalah ilmu pengetahuan atau akal.

Pengertian Moral

Moral adalah  penentuan baik atau buruk terhadap perbuatan dan kelakukan atau tingkahlaku manusia. Moral ini menitik beratkan kepada adat dan istiadat.
Persamaan antara Akhlak, Etika dan Moral adalah sama-sama membahas perbuatan atau tingkah laku manusia, fungsinya sama-sama menentukan nilai dari suatu perbuatan manusia baik atau buruknya.

Perbedaan Akhlak, Etika dan Moral adalah :


  • Sumbernya: Akhlak bersumber kepada Al-qur’an dan hadits ( menurut kepercayaan islam). Etika bersumber pada Akal pikiran manusia dan Moral bersumber pada Adat istiadat sesuai dengan daerah atau wilayah masing-masing.
  • Akhlak bersifat mutlak dan tidak dapat dirubah, sedangkan etika dan moral bisa.
  • Etika dan moral berasal dari manusia, maka bersifat terbatas dan dapat diubah sesuai keadaan zaman. Sedangkan akhlak tidak dapat diubah.

Rasulullah adalah orang yang menjadi panutan kita dalam ber-akhlak. Terdapat dalil-dalil yang membahas tentang akhlak rasulullah. Salah satunya yaitu surat al-qalam ayat 4, yang berbunyi:
ayat


Terdapat juga hadits tentang akhlak rasulullah Rasulullah, yaitu:
hadits

Pengertian tasawuf

Tasawuf sama saja dengan Shaf ( barisan utama didalam shalat) dan sama saja dengan bulu domba, bulu domba ini merupakan pakaian orang mesir yang berdiam diri disisi serambi masjid.
Tasawuf adalah ilmu yang dengannya dapat menyucikan jiwa untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Tasawuf dibagi menjadi 2, yaitu tasawuf falsafi dan tasawuf akhlaki.

Menurut saya:

Tasawuf Falsafi

Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang berorientasikan kepada rasio atau akal, serta menggunakan terminologi-terminolgi filsafat, tasawuf ini menggunakan ittihad, hulul dan insan kamil. Tokoh dari tasawuf falsafi adalah Ibnu arabi. Ibnu sab'in. Al-Jili. Abu Yazid al-Bustomi. 
Tasawuf ini menggunakan metode berfikir bayani  atau sama dengan rasa atau akal.
Teori dari tasawuf ini adalah seperti berikut: (dalam bentuk bagan).
tasawuf

Keterangan: Didalam jiwa manusia terdapat luhut dan nasut, begitu pun Allah terdapat luhut dan nasut. Luhut adalah sifat ketuhanan dan nasut adalah sifat kemanusiaan. Jika hulul adalah pertemuan antara sifat kemanusiaannya Allah dengan sifat ketuhanannya manusia.

(Baca juga: Sejarah, Makna, Tujuan, dan Tokoh-tokoh Tasawuf di Indonesia 

Hulul terjadi manakala lahut manusia naik menuju Tuhan. Nasut Tuhan menyongsong ke lahut manusia.

Tasawuf Akhlaki

Tasawuf akhlaki adalah tasawuf yang beroirientasi kepada perbaikan akhlak, tasawuf ini menggunakan metode berfikir irfani atau rasa.
Tokohnya adalah Ibnu arabi. Ibnu sab'in. Al-Jili. Abu Yazid al-Bustomi. 

Teori ajaran tasawuf akhlaki adalah


  • Takhali, adalah kosong. Artinya mengkosongkan sifat-sifat buruk atau tercela yang terdapat didalam diri manusia.
  • Tahali, adalah mengisi dengan sifat sifat yang baik atau terpuji setalah mengkosongkan sifat sifat buruk.
  • Tajjali, adalah menyaksikan cahaya Allah. Atau terwujudnya perilaku baik didalam diri manusia.

Islam: gerakan anggota tubuh.
Iman: penggerak untuk melakukan gerakan
Ihsan: untuk mengkontrol islam dan ihsan. (Tasawuf)

Perbedaan tasawuf akhlaki dengan tasawuf falsafi adalah:


  1. Syathohat. Oiya perlu diketahui syathohat itu dapat dikatan sebagai ungkapan nyeleneh yang keluar dari mulut seorang sufi ketika menyatu dengan Tuhan.
  2. Maqamat. Maqamat itu tingkatan, maksud tingkatan disini adalah tingkat seorang manusia dalam mendekatkan diri kepada sang pencipta-Nya. Dibawah insya Allah saya akan menjelaskan seperti apa itu maqamat. Tasawuf Akhlaki tingkatannya hanya dari Taubat sampai Ma'rifat Billah. Sedangkan Tasawuf Falsafi tingkatannya dari Taubat sampai ke syathohat atau menyatu dengan Tuhan.
  3. Metode berfikir. Diatas sudah saya paparkan metode berfikir dari masing-masing tasawuf.

Persamaan tasawuf akhlaki dengan tasawuf falsafi adalah:

Sama-sama menujut Allah.

Masuknya Tasawuf Ke Indonesia.

Tasawuf merupakan bagian dari islam, sehingga dapat dikatakan bahwa masuknya tasawuf ke Indonesia sama seperti masuknya islam ke Indonesia.

Tasawuf masuk ke Indonesia dengan 5 cara, yaitu:


  1. Perdangan
  2. Pernikahan
  3. Kesenian
  4. Pendidikan
  5. Berdakwah


Manfaat Tasawuf untuk kita.

Sebagai mahasiswa, dengan adanya tasawuf didalam diri kita membuat kita tidak mencontek saat ulangan, saling membantu teman, mengingatkan teman terhadap kebaikan, menghormati dosen atau orang yang lebih tua dari pada kita, tidak buang sampah sembarangan. Adanya tasawuf bisa mengkrontol kegiatan kita, karena merasa Allah melihat kita.

Untuk pengusaha pedagang, adanya tasawuf menjadikan pengusaha melakukan usaha dengan baik dan benar, adil, jujur, tidak mengurangi timbangan.

Tasawuf yang dapat diaplikasikkan didalam kehidupan sehari-hari

Nahh jujur, untuk point ini saya sendiri juga bingung jawabnnya gimana. Jika saya jawab teori tasawuf akhlaki, dalam hal takhali (mengosongkan), tahali ( mengisi) tajjali (terdapat atau ada).
Nah dari 3 hal itu tidak semua sifat buruk dapat saya hilangkan dengan mudah. Kadang bener kadang engga, jadi masih setengah setengah gitu.

Kalo saya jawab tasawuf falsafi yang dapat diaplikasikkan didalam kehidupan sehari hari, gimana ya, kan falsafi itu identic dengan pemikiran gitu, jadi jika dalam Hulul, saya belum bisa menyatu dengan Tuhan.

Jadi, kayaknya jika di tanya tasawuf mana yang dapat diaplikasikkan didalam kehidupan sehari-hari, insya Allah saya akan lebih memilih tasawuf akhlaki. Karena sedikitnya saya untuk mencoba membuang sifat-sifat buruk atau tercela saya. Seperti mencoba untuk tidak mencontek ketika sedang ujian, menghormati dosen (ruang lingkup kuliah) dan orang lain, terutama yang lebih tua dari saya sendiri, tidak mencuri, tidak merusak lingkungan, menjalankan kewajiban seperti mengerjakan tugas yang diberikan dosen, pada akhirnya saya mencoba untuk memperbaiki akhlak secara bertahap.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rangkuman Mata Kuliah Akhlak Tasawuf Semester 1"

Post a Comment